- Back to Home »
- MEDIA PENULARAN AIDS
Posted by : muhammad yusuf
Minggu, 14 Desember 2014
Jumlah penderita HIV AIDS
terus meningkat dari waktu ke waktu, usia terbanyak yaitu antara usia
26 hingga 30 tahun. Gejala terinfeksi baru muncul setelah beberapa
tahun tertular, membuat penyakit ini cepat menyebar. Seseorang yang
sudah terinfeksi tidak menyadarinya sebelum gejala muncul, dan tidak ada
tindakan pencegahan penularan pada periode atau masa ini.
Banyak pemahaman yang keliru ditengah masyarakat bahwa HIV AIDS dengan mudah meluar lewat udara, pekaian atau peralatan yang digunakan bersama. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV hidup dalam cairan tubuh, yaitu:
- Darah
- Air mani
- Cairan vagina
- Air susu ibu (ASI)
Sekarang pertanyaanya Virus HIV AIDS bisa menular melalui apa saja?
HIV AID dapat menular melalui beberapa cara:
1. Hubungan seks.
Melalui hubungan seks penetratif (penis
masuk kedalam vagina/anus) yang dilakukan tanpa menggunakan kondom
Hubungan seks seperti ini memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan
cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina). Sedangkan hubungan
sek melalui anus bisa memungkin tercampurnya cairan sperma dengan darah.
Hubungan seksual secara anal (lewat
dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif
tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina,
sehingga HIV
lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal,
perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir
vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap
cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIVdi cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.
Orang yang punya penyakit infeksi jika
memiliki luka atau ada cairan dari tubuh yang keluar maka bisa 10 kali
menularkan potensi HIV
kepada pasangannya lewat hubungan seks. Perilaku gonta ganti pasangan
seks tanpa menggunakan kondom juga sangat berisiko. Untuk itu lakukan
hubungan seks yang aman, sesuai dengan ajaran agama.
2. Menerima transfusi darah yang terinfeksi virus HIV
Penularan melalui transfusi darah
risikonya sangat tinggi, maka itu bank darah biasanya akan mengecek
berulang-ulang pada darah yang digunakan pasien melalui skrining yang
ketat. Beberapa penderita diduga tertular setelah menjalani transfuse
darah. Seseorang yang harus menerima transfusi darah tubuhnya dalam
keadaan sakit atau lemah, sehingga virus bisa dengan cepat menyebar dan
berkembang dalam tubuhnya.
3. Penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi.
Penularan lewat jarum suntik banyak
terjadi pada pengguna narkoba. Melalui pemakaian jarun suntik yang
berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi,
pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato,
dan alat facial wajah. Sebaiknya gunakan jarum suntik sekali pakai.
4. Penularan dari Ibu Hamil (Positif) kepada Janinnya.
Penularan dari ibu hamis positif HIV
dapat terjadi ketika bayi dalam kandungan, bisa juga ketika melahirkan
atau bisa juga ditularkan ketika menyusui bayi tersebut
Penularan HIV
dari ibu hamil ke anak bisa terjadi karena infeksi melewati plasenta,
saat proses persalinan atau menyusui. Sumber infeksi ini bisa dari darah
ibu, plasenta, cairan amnion dan ASI. Kemungkinan bayi tertular HIV
dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat
kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen
5. Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan.
Benda tersebut seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV.
Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain
untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan
dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan
hanya HIV.
- Bersalaman, berpelukan
- Berciuman
- Batuk, bersin
- Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
- Gigitan nyamuk
- Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
- Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
- HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox , atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.
- Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.
Jika pengobatan tidak dimulai pada waktu yang tepat, PENYAKIT HIV / AIDS dapat mengancam jiwa. Segera periksakan diri ke dokter anda jika memiliki resiko tertular virus ini.